Kiprah Baznas Provinsi Jawa Barat tidak hanya dirasakan di wilayah Jawa Barat, tetapi juga di tingkat Nasional, Rabu 28 Agustus 2019 Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat KH. Arif Ramdani, MH., meresmikan Kampung Tanggap Bencana di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kec. Lebak Gedong Kab. Lebak Provinsi Banten.
Program ini merupakan program nasional, yang ditetapkan oleh Kementrian Agama RI., sebagai Kampung Zakat salah satu Program Percontohan Desa Binaan, pelaksanaannya bersinergi dengan BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat tingkat Nasional.
Program ini bertujuan untuk membangun desa-desa yang mayoritas
penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan agar lebih berdaya dan
sejahtera, sehingga semua komponen Lembaga Pengelola Zakat terlibat
dalam berbagai program yang dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Baznas Provinsi Jawa Barat dinilai telah berhasil mengembangkan program Kampung Tanggap Bencana untuk beberapa Desa yang rawan bencana di wilayah Jawa Barat, yaitu program pengurangan Resiko bencana berbasis masyarakat, dalam rangka meningkatkan kesiap siagaan masyarakat menghadapi kondisi bencana yang datangnya tak terduga.
Semua elemen masyarakat terlibat dan mendapatkan edukasi agar mereka memiliki pengetahuan tentang kebencanaan dan bagaimana cara menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarnya saat terjadi bencana.
BAZNAS Provinsi Jawa Barat diminta berkontribusi mereplikasi program ini di wilayah Provinsi Banten, turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur BAZNAS RI, Baznas Prov. Banten, Baznas Kab. Lebak, Kanwil Kementrian Agama Provinsi Banten, Camat Kec. Lebak Gedong, Kepala Desa Ciladaeun, BPBD Kab. Lebak, pihak kepolisian, Koramil, dan para tokoh masyarakat.
Camat Kec. Lebak Gedong dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas terlaksananya program ini, dan berharap semoga akan menjadi bekal bagi masyarakat, selain meningkatkan kesiagaan terhadap bencana, masyarakat juga harus disiplin mengurangi bencana, jangan membuang sampah sembarangan, menebang pohon sembarangan, harus menigkatkan hubungan dengan alam sekitar, karena bencana itu terjadi dengan ulah manusia itu sendiri.
Kepala Desa Ciladaeun dalam sambutannya mengapresiasi bantuan BAZNAS Jawa Barat dalam membentuk tim relawan tanggap bencana di Kampung Muhara Desa Ciladaeun, dan berterima kasih juga kepada semua pihak yang sudah membantu masyarakt melalui berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan, Alhamdulillah mushola dan madrsah juga dibantu oleh Kementrian Agama.
KH. Arif Ramdani selaku ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat sekaligus mewakili unsur BAZNAS Pusat menyampaikan bahwa program ini merupakan program Nasional yang dimotori oleh Kementrian Agama RI sebagai program percontohan desa binaan yang disebut Kampung Zakat.
Dalam pelaksanaannya melibatkan BAZNAS dan lembaga-lembaga zakat dari LAZ, Prov. Banten seperti Provinsi Jawa Barat merupakan daerah yang rawan bencana, dan ketika terjadi bencana di Banten, sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat yang berada di perbatasan juga terdampak bencana tersebut, seperti saat terjadi gempa dan tsunami beberapa waktu yang lalu, sampai saat ini belum ada yang mampu mengungkap kapan persisnya akan terjadi bencana, yang ada baru hasil kajian para ahli tentang daerah-daerah yang rawan bencana, dan saat terjadi bencana di titik mana sumber bencananya, oleh karena itu masyarakat harus selalu waspada untuk mengurangi resiko bencana. Lebih lanjut Arif mengatakan,
“Mengapa program ini dibiayai dari dana zakat? Alasannya, Pertama : karena di Desa tersebut mayoritas penduduknya berprofesi sebagai buruh tani yang penghasilannya sangat minim sehingga layak dibantu dan mereka masuk kategori ashnaf zakat, Kedua : berdasarkan informasi dan data dari BPBD Kabupaten Lebak bahwa Desa tersebut termasuk yang berpotensi bencana, ketiga dampak dari bencana beresiko menimbulkan kemiskinan dan kesulitan hidup.”
Pada sesi akhir dari kegiatan tersebut diadakan simulasi persis
seperti terjadi bencana, masyarakat diminta bergerak ke lokasi titik
berkumpul yang sudah disiapkan, bahkan ada sebagian masyarakat yang
menangis karena kaget dan tidak tahu bahwa kegiatan tersebut meruoakan
kegiatan simulasi.
Pada Puncak kegiatan dilaksanakan pelantikan tim relawan bencana dari masyarakat setempat yang telah dilatih oleh Tim BTB Baznas Jabar, Ketua Baznas Prov. Jabar membacakan ikrar para relawan yang diikuti oleh Tim relawan sebagai bentuk komitmen setelah mereka mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Tim BTB Baznas Prov. Jawa Barat.