Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggalang aksi solidaritas bagi Palestina. Kagiatan ini menargetkan dapat menghimpun dana sebesar Rp3,2 triliun untuk mendukung bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi di Gaza.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, & Pengembangan, Zainulbahar Noor, menegaskan bahwa aksi ini merupakan kelanjutan dari berbagai program kemanusiaan yang telah dilakukan Indonesia untuk Palestina.
"Kita telah membersamai semua lembaga organisasi yang sifatnya formal dan telah memberikan dukungan dengan berbagai cara, salah satunya dalam bentuk donasi," ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia menyatakan, BAZNAS telah menyalurkan berbagai bantuan kepada rakyat Palestina dan akan terus mengawal program yang terdiri dari masa tanggap darurat, pemulihan, dan rekonstruksi.
Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Mata, mengungkapkan bahwa penggalangan dana ini dilakukan dengan pendekatan strategis agar bantuan yang diberikan memiliki dampak signifikan. Dengan tujuannya agar dapat menyalurkan bantuan ke Palestina dengan tiga sasaran utama: strategis, berdampak signifikan, dan simbolik mewakili Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia.
"Kemlu akan terus memfasilitasi diplomasi kemanusiaan agar dana yang terkumpul bisa sampai ke masyarakat Palestina secara optimal," ujarnya.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, turut mengajak seluruh pihak untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi Palestina.
"Hari ini kita memperkuat momentum gerakan ini. Waktunya kita bersatu, sementara Kementerian Luar Negeri mendorong konsolidasi internasional serta berbagai gerakan kemanusiaan untuk mengambil langkah penting," ungkapnya.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai lembaga kemanusiaan yang siap mendukung penggalangan dana serta distribusi bantuan bagi masyarakat Palestina. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan upaya bantuan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan demi pemulihan Palestina.
Kontributor : Fikri
Editor : ayu