Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat (BAZNAS Jabar) kembali menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat dhuafa Jawa Barat. Pemualuran bantuan dilaksanakan dalam bentuk Layanan Kesehatan Keliling (Yankesling), sampai santunan dan pemberian 102 sembako kepada tukang becak, dhuafa, dan anak yatim.
BAZNAS Jabar menyalurkan bantuan bertempat di Asrama Haji Indramayu, pada 11-12 Febuari 2025. Kegiatan ini langsung dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Ali Khosim, S.H.I., M.Ag.
Menururt Ali Khosim, Yankesling bertujuan untuk menghadirkan layanan kesehatan langsung ke masyarakat yang berada di daerah-daerah dengan akses terbatas, sehingga mereka dapat menikmati layanan kesehatan yang setara dengan masyarakat di kota besar.
Selain itu, program ini pun bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan rutin, vaksinasi, pengobatan penyakit umum, serta penyuluhan kesehatan agar masyarakat lebih sadar dan mampu menjaga kesehatan masyarakat.
“Banyak masyarakat di daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau oleh fasilitas kesehatan. Program Yankesling memberikan akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah yang minim fasilitas kesehatan,” Tutur Dr. H. Ali Khosim, S.H.I., M.Ag.
Dijelaskan Dr. H. Ali Khosim di Jawa Barat banyak masyarakat yang belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang pola hidup sehat atau cara pencegahan penyakit. Maka demikian, Melalui Yankesling, penyuluhan kesehatan bisa disampaikan langsung kepada masyarakat, meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya kesehatan.
“Tidak sedikit keluarga kurang mampu yang kesulitan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Dengan Yankesling, Baznas dapat membantu masyarakat tersebut dengan menyediakan layanan medis secara gratis atau dengan biaya yang sangat terjangkau,” cetusnya.
Terakahir, santunan dan pemberian sembako bagi tukang becak, dhuafa dan anak yatim, kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan Baznas Jabar dengan memberikan 102 paket sembako dan santunan untuk tukang becak, dhuafa dan anak yatim.
Selain itu, kegiatan lainnya pun ada pembagian sembako untuk “emang-emang becak”. Dia mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian yang selama ini berjuang untuk menghidupi keluarganya.
“Pada tukang becak ini seyogyanya mendapatkan perhatian dari pemerintah/Baznas karena kehidupan mereka sungguh masih jauh keri kecukupan,” tandas Ali