Bekasi lumpuh. Hujan deras yang mengguyur sejak Senin (3/3) malam memicu banjir besar di berbagai titik. Luapan air dari hulu Kali Bekasi memperparah kondisi, membuat sejumlah wilayah terendam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, banjir
tersebar di 20 titik dan merendam tujuh kecamatan. Ketinggian air bervariasi,
mulai dari 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter. Ribuan warga terjebak di
rumah-rumah mereka, sebagian memilih bertahan di lantai dua atau atap rumah.
Merespons situasi ini, BAZNAS Tanggap Bencana Provinsi Jawa
Barat langsung mengirim tim penyelamat. Selasa (4/3) pagi, tim bergerak menuju
lokasi banjir dengan membawa perahu karet dan perlengkapan evakuasi.
Di Kecamatan Jatiasih, tim menghadapi tantangan berat. Malam
yang gelap dan listrik padam menyulitkan proses pencarian warga. Namun, mereka
terus menyusuri rumah demi rumah, memastikan tak ada yang tertinggal. Dengan
perahu karet, tim menembus arus deras, sementara beberapa relawan bahkan
menjadikan tubuh mereka sebagai pijakan agar warga bisa naik ke perahu dengan
aman.
“Banyak lansia dan anak-anak yang terjebak di rumah. Kami
harus bekerja cepat untuk menyelamatkan mereka,” kata salah satu relawan BAZNAS
Tanggap Bencana.
Hingga berita ini diturunkan, evakuasi masih berlangsung.
Tim terus bergerak, membawa para korban ke tempat yang lebih aman. Situasi di
Bekasi masih belum kondusif.