Baznas Launching Balai Ternak di Garut

GARUT – Balai Ternak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi di launching di Kp. Cimayid Desa Karamatwangi Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut siang tadi (31/01/2019). Melalui kelompok peternak Balai Ternak “Barokah” yang dikelola oleh 45 kepala keluarga. Balai ternak BAZNAS ini merupakan program pemberdayaan ekonomi Mustahik dalam sektor peternakan oleh BAZNAS.

“Balai ternak ini memadukan konsep perbibitan ternak dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat khususnya petani dan peternak kecil. Hal ini menunjukan bahwa BAZNAS sangat serius dalam program ini, tercontoh dalam fasilitasnya program ini cukup lengkap dan pendampingan yang intens,” kata Kepala Balai Ternak BAZNAS Pusat, Ajat Sudrajad.

Hingga saat ini, lanjut Ajat, telah disalurkan sebanyak 188 ekor domba terdiri dari 80 ekor induk betina dan 8  ekor pejantan dan 100 ekor bakalan kepada kelompok peternak Balai Ternak “Barokah” ini. “Kami mohon partisipasinya bagi penerima manfaat agar mengoptimalkan program yang kami berikan, dengan target yang ditentukan yaitu 180 ekor induk tersebut pada akhir tahun kedua diharapkan bisa menghasilkan minimal 702 ekor anak, sehingga terjadi penambahan populasi menjadi 890 ekor (terdiri dari 180 ekor induk awal, 18 ekor pejantan, dan 702 ekor anak),” lanjutnya.

Ditambahkan pula oleh Anggota Komisioner Baznas Pusat, Drs. Irsyadul Halim, bahwa program ini akan terus dipantau perkembangannya. “Saya harap Perputaran bisnis penggemukan bakalan terjadi sebanyak tiga kali dalam setahun. Jumlah yang dijual  setiap kali panen sebanyak 100 ekor. Dengan demikian dalam setahun terjadi penjualan bakalan jantan hasil penggemukan sebanyak 300 ekor. Domba tersebut dipasarkan untuk kebutuhan pasar lokal maupun kebutuhan jabodetabek,” tambahnya.

Pada acara Lauching juga hadir wakil dari Baznas Provinsi Jawa Barat KH. Arif  Ramdani MH., disampaikan. “BAZNAS akan melakukan pendampingan secara intensif selama minimal 2 tahun. Pendamping ditempatkan di lokasi program dan membaur serta tinggal di lokasi program. Pendamping akan menjadi motivator, fasilitator, dan mediator untuk mengembangkan masyarakat dalam hal teknis beternak, kelembagaan, organisasi, mental spiritual, dan pengembangan agribisnis. Dengan adanya pendampingan tersebut, ditargetkan bisa mewujudkan kemandirian masyarakan.”

Sementara hadir dari pemerintah yaitu Wakil Bupati Garut, dr. H. Helmi Budiman menyampaikan dengan dilaunchingnya  balai ternak oleh BAZNAS ini mampu membantu perekonomian masyarakat. “Mewakili pemerintah daerah, kami mengucapkan banyak terima kasih atas program Balai Ternak yang titik pemberdayaannya di wilayah kabupaten Garut, insyaa Allah dapat membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan” katanya.

Bahwa di Garut prospeknya bagus karena kebutuhan lokal saja 100.000 ekor belum terpenuhi, domba dari bantuan baznas jangan di sembelih tapi dipelihara untuk bisa menjadi lebih banyak, harapannya yang sekarang posisinya masih menjadi mustahik bisa di tahun berikutnya menjadi Muzakki.” harapnya.

Dukungan kelembanggan peternakan, teknologi peternakan, modernisasi peternakan sangat diharapkan untuk semua ini. “Seluruh elemen terkait harus saling mendukung program BAZNAS seperti ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang dihadiri juga jajaran camat, lurah dan tokoh masyarkat, diserahkan simbolis jenis domba Garut dan Domba Priangan serta uang permodalan sebesar Rp 276.000.000.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *